GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Dinilai Serang Pribadi Busyro Muqoddas, Muhammadiyah Jateng Desak Ali Mochtar Ngabalin Minta Maaf

Khafid Siratudin / Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS Polemik internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu terjadinya “perang pernyataan” antartokoh.

Yang belum lama terjadi,  Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin menyebut Busyro Muqoddas yang merupakan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM  sebagai berotak sungsang.

Komentar Ngabalin itu disampaikan lewat twitter pribadinya, menanggapi kritikan Busyro Muqoddas tentang upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di era Presiden Joko Widodo.

Ngabalin menanggapi kritikan Busyro Muqoddas dengan nada emosional. Dia juga menyindir Busyro lebih cocok berada di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi atau bahkan masuk ke partai politik ketimbang menjadi pimpinan Muhammadiyah.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Diminta PVRI Batalkan Pemecatan 51 Pegawai KPK

Bahkan, Ngabalin menyebut Busyro Muqoddas berotak sungsang.

Otak-otak sungsang seperti Busyro Muqoddas ini merugikan persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan ummat yang kuat dan berwibawa kenapa harus tercemar oleh manusia prejudice seperti ini,” tulis Ngabalin dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, seperti dikutip pada Kamis (13/5/2021).

Cuitan Ngabalin tersebut, otomatis memantik kritik dari sejumlah pengurus Muhammadiyah. Salah satunya dari Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Khafid Sirotudin.

Baca Juga :  Densus 88 Ringkus Empat Terduga Teroris Jaringan JAD di Jawa Barat

Ia mendesak Ali Mochtar Ngabalin selaku meminta maf kepada Busyro Muqoddas, salah satu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Khafid juga mengultimatum kepada Ngabalin tak hanya meminta meminta maaf kepada Busyro melainkan juga meminta maaf kepada warga persyarikatan Muhammadiyah.

“Kami menyesalkan pernyataan Ali Mochtar Ngabalin. Ungkapan Pak Ngabalin itu sudah bentuk penghinaan. Apa yang disampaikan Pak Busyro itu bagian dari pendapatnya sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan menegakkan amar makruf nahi munkar. Sebagai tenaga ahli KSP, seharusnya Ngabalin tidak menanggapi secara emosional dengan kata-kata yang menghina pribadi, menyinggung persyarikatan Muhammadiyah dan mengalienasikan etika politik yang baik,” tandas Khafid kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Kamis (1/5/2021).

Baca Juga :  Pemerintah Atur Ulang Libur dan Cuti Bersama. Ridwan Kamil Usul Libur Idul Adha Ditiadakan

Karena itulah, Khafid meminta agar Ngabalin meminta maaf sesegera mungkin kepada Busyro dan kepada warga Muhammadiyah.

“Kami mendesak Ali Mochtar Ngabalin segera meminta maaf kepada Bapak Busyro Muqoddas dan kepada warga Muhammadiyah. Apalagi mumpung masih suasana Idul Fitri, saatnya warga muslim bersilaturahmi dan saling memaafkan. Mengapa justru membuat gaduh suasana lebaran,” tandas Khafid. Redaksi

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/05/muhammadiyah-jawa-tengah-desak-mochtar-ngabalin-minta-maaf-kepada-busyro-dan-warga-persyarikatan/