GROBOGAN.NEWS Demak

Sebelum Kembali Menempuh Pendidikan ke Ponpes Lirboyo, 250 Santri Asal Demak Jalani Rapid Test

Pengurus Himasal Demak saat berkoordinasi dengan RSINU untuk persiapan rapid test santri. Ist

DEMAK, GROBOGAN.NEWS-Sebanyak 250 santri asal Demak yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri akan menjalani rapid test antigen.

Para santri menjalani rapid test antigen sebelum kembali ke pondok setelah menikmati masa liburan panjang akhir tahun ajaran ini.

Ketua Pengurus Cabang Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kabupaten Demak KH Mahfudz mengatakan, rapid test antigen merupakan salah satu syarat bagi santri yang akan kembali masuk ke Pondok Lirboyo.

“Karena syarat, maka harus dipenuhi oleh semua santri tanpa kecuali. Sejumlah 250 santri Lirboyo asal Demak akan menjalani rapid  test antigen di Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSINU) Demak,” kata Kiai Mahfudz di Demak, Jumat (21/5) kemarin.

Disampaikannya lebih detail, rapid test antigen dijadwalkan akan berlangsung Minggu (23/5) hari ini.

Sehari setelah rapid, santri akan berangkat bersama-sama ke Lirboyo Kediri dengan mengambil titik start di pondok cabang Lirboyo 7 yang lokasinya berada Wonosalam Demak.

“Sesampai di pondok, sesuai dengan agenda pondok santri langsung masuk ke kamar atau gotakan masing-masing untuk mempersiapkan diri mengikuti pembelajaran perdana yang akan dimulai pagi harinya tanggal 13 Syawal (25/5),” terangnya.

Dia menambahkan, para santri Lirboyo asal Demak diharapkan selama berada di pondok nantinya tetap menjaga kedisiplinannya dalam memenuhi prosedur protokol kesehatan (prokes).

Direktur RSINU Demak dr Abdul Aziz mengatakan, beberapa hari lalu sejumlah santri Lirboyo yang berdomisili di berbagai daerah di Demak dengan diantar pengurus Himasal dan RMINU Demak berkoordinasi dengan manajemen RSINU Demak.

“Mereka minta difasilitasi rapid test antigen untuk memenuhi syarat balik ke pondok. Setelah dilakukan perhitungan, pihak  rumah sakit memberi harga atau biaya khusus untuk para santri.

“Sikap proaktif para santri menjalani rapid test antigen ini menjadi salah satu indikasi bahwa pesantren berpartisipasi aktif dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19,” imbuh dia. Fara.