GROBOGAN.NEWS Umum

Usai Unggah Rincian Gaji di Facebook, Seorang Guru Honorer Diberhentikan dan Disuruh Cari Sekolah yang Beri Honor Lebih Tinggi

Ilustrasi facebook. Foto: pexels.com

BONE, GROBOGAN.NEWS Seorang guru honorer di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan diberhentikan dari sekolahnya tak lama setelah mengunggah rincian gaji yang baru diterimanya di media sosial Facebook.

Hervina, yang telah mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 2005, menuliskan rincian gaji yang diterimanya sebesar Rp700.000. Jumlah tersebut adalah upah yang diterimanya untuk 4 bulan.

Dalam postingan yang diunggahnya di Facebook pada 6 Januari 2021 lalu itu, Hervina juga menuliskan keterangan, “Terima kasih banyak Bu Aji, Pak Aji, dana bosnya..”.

Baca Juga :  Tidak Hanya di Kudus, Varian Corona India Juga Sudah Menyebar ke DKI Jakarta dan Bangkalan Pulau Madura

Tak lama setelah ia mengunggah hal tersebut, Hervina menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp dari Hamsinah, kepala sekolah tempatnya mengajar.

Saat itu, Hervina menjadi guru honorer di SDN 169 Sadar, Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dalam pesan tersebut, Hervina diminta untuk mencari sekolah yang bisa membayar gaji lebih besar dari yang diterimanya saat itu.

Baca Juga :  Ditinggal Salat Jumat, Uang Rp 80 Juta dalam Mobil Hilang Digasak Pencuri

Kasus guru honorer yang diberhentikan usai mengunggah rincian gaji itu pun akhirnya menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, yang kemudian memanggil kedua pihak.

Kepala Disdik Bone, Andi Syamsiar Halid mengatakan, pihaknya berupaya mencarikan jalan keluar terkait persoalan ini.

“Kita mau damaikan. Saya selaku pimpinan ingin mencari jalan yang terbaik. Cuma guru honorer tersebut tidak datang,” katanya Kamis (11/2/2021).

Baca Juga :  Ditinggal Salat Jumat, Uang Rp 80 Juta dalam Mobil Hilang Digasak Pencuri

Andi Syamsiar menjelaskan, Hervina juga sempat berhenti mengajar di sekolah tersebut selama lima tahun karena harus keluar daerah, sehingga kontraknya sempat putus.

Namun kemudian Hervina kembali mengajar setelah dia datang bersama camat dan pengawas sekolah menghadap kepada kepala sekolah untuk meminta kembali mengajar.

“Sempat 5 tahun tidak masuk sekolah. Kemudian diberikan kebijakan setelah menghadap ke kepala sekolah dibantu camat dan pengawas. Akhirnya kembali lagi mengajar,” jelasnya.

www.tribunnews.com