GROBOGAN.NEWS Umum

Dinding Talut Kantor Kecamatan Ambrol di Wonosobo, Timpa Warga yang Berteduh di Warung. 2 Orang Tewas dan Seorang Lainnya Luka Berat

Ilustrasi longsor. Foto: pixabay.com

WONOSOBO, GROBOGAN.NEWS Insiden talut ambrol terjadi di Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Rabu (17/2/2021). Dua orang menjadi korban tewas tertimpa material longsoran, sementara seorang lainnya cedera berat.

Talut yang ambrol tersebut berada di belakang kantor Kecamatan Watumalang. Peristiwa itu terjadi saat cuaca turun hujan deras sekitar pukul 13.30 WIB.

Tiga orang yang menjadi korban adalah warga yang tengah berteduh di sebuah warung. Nahas, saat itu dinding talut yang menjadi sandaran warung mendadak ambrol dan menimpa ketiga warga.

Dua korban tewas adalah Sutrisno (45), warga Desa Manggis, dan Darmo (59), warga Desa Jonggolsari, Kecamatan Leksono. Sementara satu korban luka berat diketahui bernama Marwono, yang masih tetangga satu desa dengan Sutrisno.

Saat kejadian, Sutrisno diketahui sedang dalam perjalanan pulang dari ladang. Namun karena mendadak turun hujan lebat, ia berteduh di warung belakang kantor Kecamatan Watumalang. Di warung, korban bertemu Darmo dan Marwono.

Diduga lantaran tak kuat usai diguyur hujan deras selama beberapa hari, bangunan dinding talut sepanjang 15 meter dan tinggi 5 meter ambrol dan menimpa ketiga korban.

Sesaat setelah talut runtuh, warga langsung menghubungi Polsek setempat. Anggota Polsek Watumalang yang menerima laporan pun langsung mendatangi lokasi.

“Anggota Polsek Watumalang bersama Koramil Watumalang dan warga masyarakat mengevakuasi korban dari lokasi senderan longsor menuju Puskesmas Watumalang,” kata Kapolsek Watumalang, AKP Purwanto, dikutip Liputan6.com, Kamis (18/2/2021).

Korban Sutrisno diketahui tewas di tempat kejadian, sementara Darmo meninggal saat dalam perjalanan dirujuk ke RSUD Wonosobo. Satu korban tertimpa lainnya, Marwono, dilaporkan selamat namun mendapat luka berat.

Selain menyebabkan korban jiwa, dari pendataan sementara, bencana ini menyebabkan kerugian materi hingga Rp110 juta. Liputan 6