KPK Beberkan Kronologi Penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan 2 Tersangka Kasus Dugaan Suap, Uang Rp2 Miliar Turut Diamankan

Petugas menunjukkan barang bukti uang tunai saat konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari. Foto: TEMPO/M Yusuf Manurung via Tempo.co
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat (26/2/2021) tengah malam.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan tiga orang dan kini ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Kasus yang menjerat Gubernur Nurdin adalah dugaan suap terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021.

Baca Juga :  Novel Baswedan Laporkan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli ke Dewas KPK Terkait Pelanggaran Kode Etik

“Penerimaan uang oleh gubernur bukan hanya bertentangan dengan sumpah jabatan, tetapi juga melanggar aturan yang berlaku,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (28/2/2021) dini hari.

KPK pun membeberkan kronologi operasi tangkap tangan tersebut, yang dilakukan pada Jumat (26/2/2021) malam hingga Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Kronologi Operasi Tangkap Tangan

Baca Juga :  Perludem Perkirakan Pilpres 2024 Tak Lebih dari 3 Pasangan Calon

Berawal dari informasi yang diterima tim KPK, yang menyebut akan dilakukannya serah terima sejumlah uang kepada Nurdin Abdullah dari Agung Sucipto, Direktur Utama PT Agung Perdana Bulukumba.

Uang tersebut diduga akan diberikan melalui Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat, yang juga dikenal sebagai orang kepercayaan Nurdin Abdullah.

Edy dan Agung bertemu di sebuah restoran di Makassar, sekira pukul 20.24 WITA. Agung datang dengan diantar Irfan, sopir Edy Rahmat.

Baca Juga :  Satu dari 7 Saksi Kasus Korupsi Perum Perindo Tewas di Ruang Sidang Kejagung

Dari restoran itu, Irfan kemudian beralih mengemudikan mobil milik Edy. Sementara, Edy dan Agung menaiki satu mobil yang berbeda. Kedua mobil kemudian melaju beriringan menuju Jalan Hasanuddin Makassar.

Dalam perjalanan itulah, Agung diduga menyerahkan proposal terkait beberapa proyek infrastruktur di Kabupaten Sinjai tahun anggaran 2021 kepada Edy.

  • Bagikan