GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Demokrat Tuding Istana Berniat Dongkel Kepemimpinan Partai, Moeldoko: Jangan Dikit-dikit Istana!

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko / tempo.co

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Partai Demokrat menuding pihak Istana berupaya mendongkel kepemimpinan di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Namun, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko membantah keterlibatan Istana. Ia mengatakan Presiden Joko Widodo dalam hal ini tak tahu menahu tentang urusan ini.

“Dalam hal ini, saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit Istana. Dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini. Karena beliau dalam hal ini tak tahu menahu sama sekali,” kata Moeldoko saat memberi klarifikasi secara daring, Senin (1/2/2021).

Baca Juga :  Inilah 15 Daerah di Indonesia dengan Kenaikan Covid-19 Tertinggi pada Pekan Ini

Tudingan Partai Demokrat awalnya menjelaskan adanya gerakan politik yang melibatkan pejabat di lingkaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan ingin merebut kekuasaan pimpinan Demokrat secara inkonstitusional.

Belakangan, diungkap bahwa sosok yang dimaksud adalah Moeldoko. Moeldoko pun membantah hal itu. Yang selama ini terjadi, kata dia, adalah ia menerima kunjungan sejumlah orang ke rumahnya.

Ia mengaku banyak menerima berbagai macam tamu di rumahnya. Namun beberapa di antara tamunya, curhat tentang kondisi Partai Demokrat pada dia.

Baca Juga :  PBNU dan Muhammadiyah Sama-sama Menolak Rencana Pemerintah Menerapakan Pajak Pendidikan

“Ya saya dengerin saja. Berikutnya ya, sudah dengerin saja. Saya sebenarnya prihatin dengan situasi itu. Karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat,” kata Moeldoko.

Setelah itu, muncul kabar bahwa ia terlibat dalam upaya merebut kekuasaan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dengan penjelasan kronologis itu, ia menegaskan bahwa Jokowi tak tahu apa-apa dalam urusan ini.

Baca Juga :  Forum Guru Muhammadiyah Tolak Pajak Pendidikan

“Kalau ada istilah kudeta, itu dari dalam. Masa kita dari luar,” kata Moeldoko.

Ia pun kemudian memberi saran untuk menjadi seorang pemimpin. Meski begitu, ia tak menegaskan kepada siapa saran itu ia tujukan.

“Saran saya, jadi seorang pemimpin itu jadilah pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang-ambing dan seterusnya,” kata Moeldoko setelah dituding petinggi Partai Demokrat. Daniel

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/02/demokrat-tuding-istana-dongkel-partainya-moeldoko-jangan-dikit-dikit-istana/