GROBOGAN.NEWS Kudus

Banjir Kudus, Jalur Pantura di Mejobo dan Bae Tergenang Timbulkan Kemacetan, Jumlah Pengungsi dari Empat Desa Capai 368 Jiwa

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Musibah banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Selain menggenangi pemukiman warga dan lahan persawahan, musibah banjir juga menggenangi jalur utama Pantura.

Data yang berhasil dihimpun, dua titik jalur yang tergenang yakni di kawasan Krawang Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo dan di Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae.

Kondisi itu membuat jalur utama menuju Jawa Timur tersendat dari kedua arah mencapai 1 kilometer.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Budi Waluyo, menyatakan, genangan air yang menggenangi badan jalan ketinggiannya mencapai 30 sentimeter.

“Kondisi ini mengakibatkan kemacetan,” terang dia.

“Akibat jalur Pantura Timur Kudus tergenang, arus lalulintas dari arah Kudus ke Pati dan sebaliknya dialihkan,” Imbuh dia.

Jumlah Pengungsi Capai 368 Jiwa

Akibat banjir, jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus yang mengungsi semakin bertambah dan saat ini jumlahnya mencapai 368 jiwa yang berasal dari empat desa, menyusul masih tingginya genangan banjir di daerah setempat.

Ratusan warga yang mengungsi tersebut, di antaranya warga Desa Payaman (Kecamatan Mejobo), warga Desa Jati Wetan dan Jetis Kapuan (Kecamatan Mejobo).

Camat Jati Andreas Wahyu Adi menyebutkan, di Kecamatan Jati tercatat jumlah rumah tergenang mencapai 1.167 unit dengan ketinggian air bervariasi yang tersebar di tiga desa, yakni Jati Wetan 670 rumah, Jetiskapuan 319 rumah dan Desa Tanjungkarang 178 rumah.

Sementara jumlah warga yang mengungsi, kata dia, tidak semuanya karena hanya 313 jiwa, meliputi warga Desa Jati Wetan  221 orang, Jetiskapuan 17 orang dan Desa Tanjungkarang 75 orang.

“Masing-masing desa terdampak banjir sudah tersedia tempat pengungsian dan dapur umum, sementara kebutuhan logistik juga cukup,” ujarnya.

Kepala Desa Jati Wetan Suyitno mengungkapkan warganya yang mengungsi terus bertambah sejak Jumat (5/2). Bahkan pada Minggu (7/2) ini masih ada warga yang mengungsi karena ketinggian genangan banjir terus bertambah.

Apalagi, kata dia, setelah mendapat informasi ada air kiriman dari daerah atas sehingga genangan dimungkinkan bisa bertambah, sedangkan pompa dan pintu air untuk membuang air banjir belum bisa dimaksimalkan karena pintu pembuangan terpaksa ditutup menyusul tingginya debit air Sungai Wulan, sehingga hanya mengandalkan mesin pompa penyedot banjir untuk dibuang ke Sungai Wulan. Nor Ahmad