GROBOGAN.NEWS Umum Nasional

Penanganan Kasus Korupsi Bansos Covid-19 Berlanjut, Komisaris Perusahaan Rekanan Giliran Diperiksa

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menunjukkan isi paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 sebelum diserahkan ke KPK, di Jakarta, Rabu (16/12/2020). Berdasarkan penelusuran MAKI, jumlah satu paket bansos tersebut hanya seharga Rp 188 ribu dari nominal yang seharusnya bernilai Rp 300 ribu per paket / tempo.co

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS –  Penanganan kasus korupsi pengadaan Bansos Covid-19 berlanjut. Giliran Komisaris PT Rajawali Parama Indonesia, Daning Saraswati yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dikatakan oleh Pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri. Dia mengatakan, penyidik hingga kemarin masih melakukan pemeriksaan terhadap Daning.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JPB (Juliari Batubara) dkk untuk mengkonfirmasi lebih jauh terkait apa yang diketahui oleh terkait dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini” ujar dia melalui keterangan tertulis pada Selasa (19/1/2021).

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19,  Kantor BPOM di Jakarta Malah  Terbakar

 

Selain itu, penyidik juga mengantarkan Daning ke suatu tempat untuk mengambil beberapa dokumen terkait perkara ini. Namun, Ali tak menyebutkan tempat yang ia maksud.

Perusahaan yang dikelola Daning ditenggarai milik salah satu tersangka, Matheus Joko Santoso. PT Rajawali Parama Indonesia sengaja dibentuk untuk menampung proyek bansos.

Baca Juga :  Kasus Obat Invermectin, ICW Endus Adanya Indikasi Keruk Keuntungan di Masa Pandemi Covid-19

Sebab, perusahaan tersebut baru ada pada Agustus 2020 atau saat program bansos digaungkan oleh pemerintah.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Juliari Batubara, eks Menteri Sosial beserta dua pejabat pembuat komitmen bernama Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, dan dua pengusaha Harry van Sidabukke dan Aridan Iskandar menjadi tersangka.

Baca Juga :  Pegawai KPK yang Masih Dapat Dibina, Ternyata Emoh Ikuti Diklat Bela Negara

KPK menduga Juliari Batubara menyunat Rp 10.000 dari tiap paket pengadaan Bansos Covid-19 seharga Rp 300.000. Total dana yang diduga telah diterima sebanyak Rp 17 miliar. Daniel

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/01/kasus-korupsi-pengadaan-bansos-covid-19-kpk-periksa-komisaris-perusahaan-rekanan/