GROBOGAN.NEWS Umum

Kerjakan 50 Difabel Perusahaan Batik Kultur Gombel Dapat Perhatian Khusus Dari Wagub Jateng

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat meninjau produksi batik di Batik Kultur Gombel, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (27/1). Di tempat itu, sedikitnya 50 orang difabel dipekerjakan.Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi perusahaan yang peduli dengan keberadaan difabel. Kampanye slogan “difable not disable” pun terus digaungkan.

Hal itu disampaikan Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, saat meninjau produksi batik di Batik Kultur Gombel, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (27/1). Di tempat itu, sedikitnya 50 orang difabel dipekerjakan.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 25 Februari 2021: Leo Dapat Saran Hal Pekerjaan, Libra Lebih Mementingkan Keluarga

Gus Yasin, merasa senang dengan adanya usaha di Jawa Tengah yang peduli dengan keberadaan difabel. Menurutnya, difabel hanya butuh diajak berkomunikasi untuk mengetahui apa yang mereka rasakan dan butuhkan. Komunikasi menjadi kunci, dengan berkomunikasi mereka merasa dihargai karena suaranya didengar dan membuat mental mereka kuat.

“Penting menurut saya, mendorong usaha, utamanya usaha di Jawa Tengah untuk memberikan kesempatan kerja bagi difabel,” ujarnya.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 26 Februari 2021: Gemini Sibuk Tapi Bosan, Cancer Membuang Waktu Berharga

Sementara itu, Panggung (50), pekerja difabel asal Pati yang ditemui Gus Yasin, merasa bersyukur bisa bekerja. Ia pun menceritakan awal mula berkerja di Batik Kultur.

“Awalnya jahitan saya dinilai masih berantakan. Mletat mletot. Padahal di sini harus rapi. Saya diajari enam bulan lamanya. Alhamdulillah sekarang sudah bisa,” ungkap Panggung.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Hari Ini, Rabu 24 Februari 2021: Virgo Tampak Lebih Bersinar, Capricorn Merasa Tidak Baik-baik Saja

Pemilik usaha, Dea Valencia yang dihubungi Wagub via video call mengatakan, memperlakukan mereka secara baik, memang menjadi pegangan perusahaannya. Melalui perlakuan yang diberikan, mereka akan termotivasi memberikan hasil kerja terbaiknya.

“Saya berusaha mempertahankan pekerja difabel. Bagi difabel, apalagi dengan umurnya yang tidak muda lagi, bagaimana? Ini seperti tanggung jawab ya,” ungkap Dea. Satria