GROBOGAN.NEWS Semarang

Hendi Klaim Angka Kasus Covid-19 di Kota Semarang Menurun

Ilustrasi Wali Kota Semaranh Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan kepada para awak media.

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS– Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengklaim jumlah kasus positif Covid-19 telah mengalami penurunan.

Tren angka penurunan kasus Covid-19 ini terlihat sejak digulirkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Semarang.

Orang nomor satu di Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini menyebutkan, kendati secara umum jumlah penderita Covid-nya stagnan masih di atas 1.000 kasus tapi kecenderungan untuk peningkatan penderita per hari selama 10 hari ini turun.

Baca Juga :  Ruas Jalan Pantura di Kaligawe Masih Tergenang Banjir, Sepeda Motor dan Mobil Pribadi Diimbau Lewat Jalur Alternatif  

“Dari mulai 245 (kasus) rata-rata, sekarang sudah 150-an (kasus) tiap hari. Jadi sudah mulai menurun. Kita lihat perkembangan seminggu ini mudah-mudahan semakin menurun terus, dan juga jumlah total penderita juga semakin berkurang,” ujar dia.

Lebih detail, Hendi menjelaskan, meski angka pasien tiap hari cenderung berkurang namun jumlah total kasusnya belum menurun. Sebab, banyak penderita dari luar kota yang turut dirawat di Kota Semarang.

Baca Juga :  POPDA Jateng 2021 akan Digelar secara Virtual, Gubernur Ganjar Beri Lampu Hijau

“Ya penderitanya semakin menurun penambahan per harinya. Kalau jumlah totalnya hari ini masih stagnan di atas 1.000, 1.045, 1.022, 1.029. jadi masih di atas 1.000 (kasus),” urai dia.

“Pertanyaannya, lho kalau penderita setiap hari menurun, kok jumlahnya masih tetap? Iya, angka penderita dari luar kota yang dirawat di Semarang kecenderungannya meningkat,” imbuh dia

Baca Juga :  Program Pemberdayaan Lansia dengan Fokus Pemberdayaan Senam Tera Indonesia

Ia menambahkan, penderita luar kota yang masuk ke Semarang semakin meningkat.

“Tapi enggak apa-apa tetap kita upayakan koordinasi dengan pihak rumah sakit, termasuk di Diklat, rumah dinas, dan juga di Islamic Center untuk bisa menangani masyarakat yang memang membutuhkan pertolongan perawatan terhadap Covid-19,” imbuh dia. Kahlil