GROBOGAN.NEWS Blora

Penting ! Tahun 2021 Bandara Ngloram Blora Beroperasi, Ini Lima Rute Penerbangan Komersial Bakal Dibuka

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Doc

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan Bandara Ngloram yang berlokasi di Blora, Jawa Tengah, akan beroperasi pada 2021.

Bandara tersebut bakal menjadi bandara spoke atau pengumpan yang rencananya melayani penerbangan tujuan Semarang, Balikpapan, Halim Perdanakusuma Jakarta, Malang, dan Banyuwangi.

“Bandara Ngloram diharapkan mampu melayani penerbangan regular dan penerbangan carter,” ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/1/2021).

Bandara dengan landasan pacu sepanjang 1.500 meter tersebut menampung menampung penerbangan pesawat ATR-72.

Baca Juga :  Atasi Kekhawatiran Ancaman Gagal Panen Akibat Banjir, Kementan Ajak Petani Di Grobogan Ikut Program Asuransi

Pada 30 Desember lalu, Budi Karya memastikan telah dilakukan proving flight oleh Pesawat NAM AIR ATR-72 untuk memastikan aspek keselamatan dan pendaratan penerbangan.

Bandara Ngloram adalah bandara milik PT pertamina (Persero) yang telah diserahkan kepada pemerintah, 2018 lalu.

Bandara ini rencananya dibangun menjadi bandara komersial untuk mempercepat akses mobilisasi warga setempat dan membuka kantong-kantong ekonomi baru.

Bandara tersebut dibangun dalam empat tahap sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2019 tentang Penetapan Lokasi Bandara Ngloram.

Baca Juga :  Ambroncius Nababan Jalani Pemeriksaan Setelah Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Rasisme
Blora Pesawat
Sejak terakhir beroperasi tahun 1984, bandara ini berhasil dipergunakan pendaratan pesawat komersial ATR 72 milik maskapai penerbangan NAM Air berkapasitas penumpang 70 orang pada Rabu (30/12) lalu. Istimewa

Pada 2020, beberapa proses pembangunan tahap pertama telah selesai dilaksanakan.

Pembangunan tahap awal meliputi pengembangan landas pacu sepanjang 1.500×30 meter, pembangunan taxiway, pembangunan apron, pemasangan pagar, pemasangan airfield lighting system atau AFL.

Kemudian, pemerintah mengembangkan terminal penumpang seluas 2.850 meter. Pengembangan terminal belum sepenuhnya selesai dan baru mencapai 35 persen.

Adapun pada 2021, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap kedua.

Pembangunan tahap kedua meliputi perpanjangan landasan pacu menjadi 1.600×30 meter, penyelesaian pembangunan terminal penumpang, pemasangan peralatan X-Ray, pembangunan gedung kantor, gedung peranan pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran, pembuatan jalan akses masuk, serta pembangunan pelataran parkir terminal.

Baca Juga :  Kakanda Wafat, Bupati Koko Ungkapkan Rasa Duka Sebelum Divaksin , Terpapar Covid-19, Ir. Djati Walujastono, M.Eg, Ketua Dewan Rirst Daerah Blora Meninggal Dunia

Budi Karya memastikan ke depan, pemerintah akan membangun akses menuju Bandara Ngloram.

“Aksesibilitas dari dan menuju Bandara Ngloram tidak hanya melalui jalan, tapi juga terintegrasi dengan moda kereta api,” ucapnya.

Ia menyebut moda kereta api akan disambungkan melalui Stasiun Kapuan, Cepu.

tempo logo