SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemkot Solo terus berupaya menekan laju penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah dengan menyiapkan regulasi atau peraturan terkait sanksi karantina bagi perantau yang ingin mudik saat libur panjangan akhir tahun 2020.

Di sisi lain, Rudy menegaskan jika Kota Solo tidak menerapkan lockdown. Terkait hal itu, dirinya meminta warga untuk tenang.

“Untuk masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh stake holder terkait, PHRI, Asita dan lembaga lainnya, ditegaskan bahwa Solo tidak lockdown,” paparnya, Jumat (11/12/2020).

Rudy mengatakan, terkait berita karantina yang beredar saat ini adalah untuk warga Solo yang tengah merantau.

“Bagi warga Solo yang merantau, bekerja di luar daerah bertahun-tahun dimohon tidak mudik dulu. Karena penambahan kasus positif covid-19 di Solo kian banyak. Namun apabila ada yang nekat mudik, maka Pemkot Solo menyiapkan rumah karantina di Solo Techno Park (STP),” imbuhnya.

Pemudik nekat akan dikarantina selama 14 hari. Namun bagi warga lain yang ingin ke Solo untuk kegiatan lain, lanjut Rudy, tidak perlu khawatir.

Halaman:
1   2   All