GROBOGAN.NEWS Solo

Kesulitan Capai Passing Grade di Seleksi PPPK, Guru-guru Honorer Tua di Sragen Nangis dan Sambat. Curhatan di Sosmed Pilu dan Menyayat Hati

Ilistrasi Korpri / wikipedia
Ilistrasi Korpri / wikipedia

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Sebagian besar guru-guru honorer di Kabupaten Sragen menjerit dan   mengaku pesimis dengan hasil seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang mereka ikuti.

Mereka menilai seleksi PPPK yang digelar untuk tenaga guru honorer oleh pemerintah saat ini sangat tidak adil bagi honorer.

Selain pengabdian belasan hingga puluhan tahun, materi ujian dinilai sudah tidak relevan bagi honorer yang berusia di atas 40 tahun.

Para tenaga honorer pun mengecam kebijakan seleksi yang dianggap tak ubahnya hanya angin segar yang dihembuskan pemerintah.

Karenanya, para honorer di atas 40 tahun mendesak pemerintah dan Mendikbud untuk memberikan kebijakan menghapus seleksi dan meloloskan mereka sebagai PPPK.

“Hampir sebagian besar honorer K2 dan yang di atas 40 tahun, enggak lulus passing grade. Karena passing gradenya memang tinggi. Kami kesulitan karena materinya sebagian besar bukan sesuai dengan yang kami hadapi dan kerjakan setiap hari. Kami sedih. Harapan kami pemerintah bisa bijak, memberi dispensasi karena kami sudah belasan hingga puluhan tahun mengabdi. Kenapa harus dites lagi.

Postingan yang diunggah dua hari lalu itu sudah mendapat 26,4 ribu like dan 13.000 lebih komentar. Mayoritas mendukung dan meminta pemerintah memberi dispensasi mengangkat langsung guru honorer di atas 40 tahun menjadi PPPK tanpa seleksi.

Bahkan ada yang mendoakan agar Mendikbud Nadiem Makarim dibukakan pintu hatinya dan mengangkat honorer usia senja langsung tanpa embel-embel seleksi.

Berikut beberapa komentar terkait curhat peserta seleksi PPPK yang sebagian menyentuh hati.

“Mendidik bukan hanya diukur mengerjakan soal CAT, tapi pengalaman sangat menentukan,” ujar NA, salah satu guru honorer berusia 45 tahun di Sragen, Minggu (18/9/2021).

Senada, NOV, guru honorer yang berusia 40 tahun juga mengeluhkan kebijakan tes saat ini. Menurutnya hal itu sangat memberatkan ketika materinya hampir setara dengan ujian CPNS.

Sementara, obyek seleksinya adalah honorer yang berusia tua dan konsentrasi pemikirannya tak sesegar lulusan baru.

“Kami minta honorer yang berusia tua bisa diprioritaskan. Kasihan, pengabdian belasan sampai puluhan tahun kami berikan. Kalau kemudian harus tes lagi, sangat menyulitkan,” ujarnya.

Viral Curhat Peserta PPPK

Curhat pilu sejumlah honorer berusia senja peserta ujian PPPK juga bertebaran di media sosial. Salah satunya di tiktok yang diunggah akun @ono_niha berjudul curhat peserta PPPK.

Postingan itu langsung viral dan mendapat respon puluhan ribu dukungan dan belasan ribu komentar.

Dalam postingannya, akun Ono Niha mengunggah foto sejumlah guru berusia tua yang mengikuti ujian di depan komputer. Raut mereka sangat serius namun menyayat hati.

Unggahan foto itu disertai narasi memilukan.

“Untuk apa menguji kami honorer, apalagi kami yang sudah di atas 45 th, kalau hanya sekedar membesarkan hati kami saja, sementara soal yang kami kerjakan tidak sesuai dengan pekerjaan yabg kami lakukan di sekolah”.

Postingan tersebut  sudah mendapat 26,4 ribu like dan 13.000 lebih komentar. Mayoritas mendukung dan meminta pemerintah memberi dispensasi mengangkat langsung guru honorer di atas 40 tahun menjadi PPPK tanpa seleksi.

Bahkan ada yang mendoakan agar Mendikbud Nadiem Makarim dibukakan pintu hatinya dan mengangkat honorer usia senja langsung tanpa embel-embel seleksi.

Berikut beberapa komentar terkait curhat peserta seleksi PPPK yang sebagian menyentuh hati.

@jalan jalan iseng be:seadanya mereka yang sudah mengabdi (honore guru) yang umurnya diatas 45 seandainya saja beliau beliau itu diberikan jalur khusus.

@𝖓𝖆𝖆🪐:indonesia kenapa sii? kok jadi gini sekarang

@8154151:jadi keinget emak 😥 honorer sejak 2003… kenapa gak langsung diangkat semuanya ya? a sudahlah, berharap pada Allah saja 🥺

@gonnabe4:kasian sihh, pdhl guru tuh seharusnya lebih dimuliakan krena tanpa adanya seorang guru kalian ga akan bisa apa2:)

@dh.3tyas:Ya Allah, semoga Bpk Mentri Nadiem dibukakan hatinya agar beliau2 yg berhak seperti ini mendpat perhatian khusus. 🥺🤲🤲

@roma kelapa:KAPAN YA PEMERINTAH MENINGGIKAN DAN MEMULIAKAN PROFESI GURU. GEDEK BANGET DEMI ALLAH🥺

@tia_ani:gimana negara mau maju coba, sama guru aja dzolim kayak gini coba pemerintah nya🥺

@imscorpio✨:setau aku pengangkatan CPNS, terutama untuk guru, diambil dr lamanya masa magang/hononer(GTT), tp skrg ya Allah, gk tega liat bpk ibu yg diatas 40th..

@hellow:aku tih kaya baru kemarin honor, padahal udah 7 tahun 😂 pen bgt ngerasain gaji berjuta2 kaya orang2, pen bgt ngerasain dapet thr kaya orang2😅

@anglersosa:indonesia tidak akan pernah maju sampai kapanpun jika tenaga pendidik tidak sejahtera, karna itu berbanding lurus

@Park Mochi:diberi harapan tpi dipersulit. ga semua guru honorer bisa mengoperasikan pc. kenapa ga liat pengabdian mrk aja sih klo emang pemerintah bnr2 peduli

@CiyyoTayya:bhakan menerima gaji 3bulan sekali saat dana BOS cair, cuma 300rb loh/bulan dri pemerintah, tega sekali dibanding DPR ratusan jt/bln 🥺

@dhaninoerdianhuru:bnr… ay honorer k2 dr 2005 blm d angkat PNS…. sedih hati 😭 semoga d akhirat nanti kami d muliakan… aammiinnn..

@Wiwin Winarti:sedih apalagi suami saya honorer dan sekarang terkena setruk, dan gajinya sebulan 300rb itupun di bayar di rapel 4 bulan🥺

@reni bta:apalah daya nasib, honorer skrg,ponak an aku smpai berenti jdi honorer sdh 13 th mengabdi tdk ad pengngakatan,untk ank dn istri ny aj gak ckup dgn gjh

@Sienna Khairunnisa:saya sbngai istri yg suami saya honorer, berhrap bsa diangkat pns,suami saya uda 8th mnjadi honorer,msih numpng dirumah mrtua yg phit mnis hrs dteln😭

@Dedi Mulyadi (demul):yuk serukan pada mentri pendidikan, semoga dia NGEH dengan MASALAH HONORER. kasian guru honorer yg udah tua.

@Fitrii..🌸🌸:kalo emang niat mah langsung d angkat aj jd Pns,,jgn prmainkan nasib org kek gni ,,ksian s bp/ibu sdh sepuh. (*/Wardoyo)

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/09/menyayat-hati-curhat-guru-guru-honorer-tua-peserta-pppk-kesulitan-capai-passing-grade-langsung-banjir-dukungan-sampai-doakan-mendikbud-dibukakan-pintu-hatinya/2/