GROBOGAN.NEWS Grobogan

Kasus Covid-19 Melonjak, Sekda Grobogan Minta Seluruh Elemen Masyarakat Dukung Gerakan “Grobogan di Rumah Saja”

Sekda Grobogan Moch. Sumarsono. Doc. Joglosemarnews.com

PURWODADI, GROBOGAN.NEWS-Wilayah Kabupaten Grobogan telah menjadi zona merah jumlah kasus penularan Covid-19 di Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Grobogan pun bergerak cepat dengan menggulirkan sejumlah kebijakan dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

Salah satunya dengan menggulirkan kebijakan gerakan Grobogan di Rumah Saja.

Informasi yang dihimpun, gerakan Grobogan di Rumah Saja dilaksanakan selama satu hari pada Minggu (13/6/2021) mendatang.

Dalam pelaksanaannya, gerakan ini sekaligus adanya gerakan pasa, warung makan, hingga penutupan toko.

Baca Juga :  Pemkab Grobogan Tegas Membantah Jadi Daerah dengan Jumlah Kenaikan Covid-19 Tertinggi di Indonesia, Sekda Grobogan : Itu Pasti Terjadi Kesalahan Penulisan Data

Kebijakan ini juga menutup tempat-tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Moch. Sumarsono menyampaikan, kebijakan penerapan Gerakan Grobogan di Rumah Saja menjadi salah satu upaya dalam penanganan lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Grobogan.

“Gerakan Grobogan di Rumah Saja dimulai pada Minggu (13/6) mulai pukul 05.00 WIB hingga Senin (14/6) pukul 05.00 WIB,” terang Sekda Grobogan saat dikonfirmasi, kemarin.

Dijelaskan oleh Sumarsono lebih detail, Pemkab Grobogan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Baca Juga :  Grobogan di Rumah Saja Jilid II, Penyekatan di Area Perbatasan Digencarkan, Penyemprotan Disinfektan Digelar Serentak

Dalam SE tersebut mengatur soal wisata, hiburan, dan kegiatan sosial keagamaan masyarakat.

Menurut Sumarsono, hal ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Hal ini sebagai upaya dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 di Grobogan. Mohon masyarakat mendukung gerakan ini,” jelas dia.

“Harapannya Covid-19 baru bisa turun, sehingga bisa keluar dari kategori zona merah. Mohon masyarakat mendukung gerakan ini,” ungkap Sekda Grobogan, Moh Sumarsono.

Baca Juga :  Ngeri ! Lakukan Dua Tindak Kejahatan di Wilayah Godong, Dua Begal Diringkus, Satu Pelaku Dibekuk saat Berada di Tempat Karaoke di Gubug

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dr. Slamet Widodo, menambahkan kenaikan jumlah pasien Covid-19 secara signifikan terlihat pekan terakhir. Dimana, sejak senin ada tambahan 136 kasus positif Covid-19.

Selama dua hari terakhir, jumlah pasien positif mencapai 75 pasien baru di Kabupaten Grobogan. Hingga saat ini, jumlah pasien positif mencapai 4.000 pasien.

“Kabupaten Grobogan dikelilingi kabupaten berstatus zona merah seperti Kudus, Pati, Demak dan Sragen. Grobogan jadi merah juga,” terang dr Slamet.Arya