GROBOGAN.NEWS Solo

Untuk ke-16 Kalinya, Jebakan Tikus Tewaskan Petani Warga Sragen

Para petani korban-korban setrum jebakan tikus di Sragen dari waktu ke waktu dalam beberapa bulan terakhir / Foto kolase: Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Lagi-lagi, jebakan tikus dengan setrum listrik memakan korban. Terhitung sudah puluhan korban jiwa berjatuhan akibat salah sasaran.

Kali ini, jebakan tikus menelan jiwa warga Ngrampal, Sragen.

Tepat di hari Lebaran Idul Fitri, Kamis (13/5/2021) siang, seorang petani paruh baya asal Dukuh Ngampunan RT 22, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, bernama Iwan Supardi (61) ditemukan meregang nyawa akibat kesetrum jebakan tikus.

Petani malang itu ditemukan tergeletak di sawahnya dengan indikasi tersengat listrik jebakan tikus yang dipasang mengelilingi sawahnya.

Data yang dihimpun di lapangan, korban diketahui pertama kali sekitar pukul 11.30 WIB. Jenazahnya ditemukan oleh sang istri yang curiga sejak pagi, korban tak pulang-pulang.

Baca Juga :  Inilah Sejumlah Pembangunan Infrastruktur di Kota Solo yang Jadi Prioritas Wali Kota Gibran

“Pamitnya mau nengok sawah setelah pulang salat Idul Fitri. Sampai siang nggak pulang-pulang, laku dicari ke sawah. Sudah meninggal di sawah kena setrum jebakan tikus,” ujar Nur, salah satu warga kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (13/4/2021).

Bersamaan dengan itu, istri korban berteriak minta tolong. Tak lama berselang, warga berhamburan datang memberikan pertolongan.

Tak lama kemudian, warga mengevakuasi jenazah korban dan dibawa ke rumah duka. Dari kondisinya, ditemukan luka bakar di bagian tubuhnya akibat sengatan listrik dari perangkat kawat untuk jebakan tikus.

Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno membenarkan kejadian itu. Seusai menerima laporan, tim langsung diterjunkan menuju lokasi untuk melakukan assesment dan backup medis.

Baca Juga :  35 Santri Ponpes di Cepogo Boyolali Kena Virus Corona setelah Petinggi Ponpes Terima Tiga Tamu dari Kudus

“Setiba di lokasi, jenazah sudah dievakuasi warga ke rumah duka karena jarak lokasi kejadian dengan rumah duka cukup dekat. Waktu ditemukan, korban sudah meninggal dunia dengan indikasi memang tersengat listrik perangkap tikus di sawahnya,” terangnya.

Kapolsek Ngrampal, AKP Hasto Broto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya saat ini tim masih melakukan penyelidikan dan pendataan serta olah TKP di lapangan.

Kematian petani Iwan Supardi menambah panjang daftar korban setrum jebakan tikus di wilayah Sragen.

Dari catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , Iwan menjadi korban tewas ke-16 akibat setrum jebakan tikus dalam kurun setahun terakhir.

Kasus terakhir menimpa Suyadi Siswanto (64) petani asal Dukuh Ngaringrejo, Desa Newung, Sukodono, Sragen akhir April kemarin.

Baca Juga :  Warga Sekitar Gunung Pegat, Bulu Sukoharjo Heboh! Ditemukan Tengkorak Manusia, Tulang Belulang dan Sarung

Sebelumnya ada Cipto Purnomo (55) perangkat desa Kecik, Tanon yang tewas akibat setrum jebakan tikus di sawahnya, Sabtu (10/4/2021).

Korban sebelumnya, adalah Mbah Sunardi (63). Petani asal Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen itu meninggal juga akibat kesetrum jebakan tikus di persemaian sawahnya pada Sabtu (6/3/2021) silam.

Petani malang itu ditemukan meregang nyawa di persemaian sawahnya dengan tubuh luka bakar kesetrum jebakan tikus yang dipasangnya sendiri.

Sebelumnya, 13 warga di beberapa wilayah juga sudah meregang nyawa akibat kesetrum perangkap jebakan tikus di sawah. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di  https://joglosemarnews.com/2021/05/tragedi-setrum-jebakan-tikus-perenggut-nyawa-di-sragen-iwan-supardi-jadi-korban-tewas-ke-16-tewas-tepat-di-hari-idul-fitri/