9 Paguyuban Sopir di Soloraya Kumpulkan 6.000 Ban Bekas untuk Bangun Tebing Penahan Longsor. Hemat Miliaran Rupiah

Kades Tangkil, Suyono saat menunjukkan piagam penghargaan untuk paguyuban sopir di Solo Raya yang membantu ban bekas untuk tanggul darurat di bantaran Desa Tangkil /. Foto: Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Sebanyak 9 paguyuban  perkumpulan sopir di wilayah Soloraya bahu membahu mencarikan sebanyak 6.000 ban bekas untuk membuat tebing anak sungai Bengawan Solo di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota.

Tak pelak, aksi tersebut menuai apresiasi dan pujian, kena untuk membangun tanggul tersebut ternyata cukup menghemat banyak anggaran.

“Untuk membuat tebing dari ban bekas itu paling banter habis Rp 50 juta  sampai Rp 60 juta saja,” ujar Kades Tangkil, Suyono.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Merangkak Naik, Beginilah Informasinya

Suyono menjelaskan, proyek pembangunan talud penahan longsor dan erosi di Dukuh Gabusan, itu ternyata telah menghemat banyak anggaran.

Semua itu tak lepas dari peran dan sumbang sih para paguyuban sopir yang ada di wilayah Solo Raya.

Suyono mengatakan talud sepanjang 85 meter dengan kedalaman hampir 10 meter yang dibangun pada awal Maret lalu itu setidaknya menghabiskan 6.000 ban mobil bekas.

Baca Juga :  Pemberantasan Pinjol Ilegal Terus Digencarkan, Inilah Fakta Mencengangkan dari Kasus Korban Pinjol Bunuh Diri di Selomarto Kecamatan Giriwoyo Wonogiri

Bukan perkara mudah untuk bisa mengumpulkan ban bekas dalam jumlah ribuan itu. Namun berkat partisipasi aktif dan bantuan komunitas atau paguyuban sopir, kebutuhan ban bekas itu akhirnya bisa dipenuhi.

Menurutnya, ada 9 paguyuban perkumpulan sopir yang ikut membantu mencarikan ban bekas. Sembilan paguyuban itu di antaranya Paguyuban Perkumpulan Sopir Bumi Sukowati atau PSBS, Wonogiri Pick Up, Paseduluran Sopir Solo (Passlo), Paguyuban Sopir Sukoharjo (Pasojo), Driver Community Guyub Rukun (DCGR).

Baca Juga :  Sebanyak 45 Prajurit TNI AD Jalani Tes Urine Secara Acak untuk Ketahui Pakai Narkoba atau Tidak, Seperti ini Hasilnya

Lantas ada Komunitas Truk Klaten (KTK), Truk Umplung Mania Community (TUMIC), Manunggal Bolorodo (Marlboro), dan Dina Dutro Mania Indonesia atau DDMI.

“Pertama satu dua komunitas kami tembusi, lama-lama pada ikut bantu. Akhirnya ada 9 paguyuban itu yang ikut membantu mencarikan ban bekas,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (21/4/2021).

  • Bagikan