GROBOGAN.NEWS Semarang

Sebanyak Tujuh Lokasi Kejadian Tindak Pidana Perjudian Digerebeg, 16 Penjudi Diringkus

Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menggelar pers rilis pengungkapan kasus perjudian di Mapolda Jateng, Kamis (18/2) kemarin. Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Maraknya tindak perjudian di tengah hantaman pandemic Covid-19 memang sangat meresahakan.

Sebanyak 16 pelaku tindak pidana perjudian dan sabung ayam berhasil diringkus jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah dalam kurun waktu 1,5 bulan.

Penangkapan para tersangka terhitung sejak tanggal 1 Januari 2021 sampai dengan 15 Februrari 2021.

Petugas berhasil mengamankan belasan tersangka beserta barang bukti tindak pidana perjudian yang terjadi di wilayah hukum Polda Jateng.

Beberapa jenis perjudian yang berhasil diungkap diantaranya 2 judi jenis Hongkong, 2 Cap Jie Kie, 1 Dadu dan 1 Sabung ayam.

Dalam kasus tersebut, petugas berhasil menangkap para tersangka masing-masing berinisial BJ, SN, HM, EW, MA, BU, HR, AL, DS, DT, LS, SDR, EP, dan SNR.

Baca Juga :  POPDA Jateng 2021 akan Digelar secara Virtual, Gubernur Ganjar Beri Lampu Hijau

Selain itu, terdapat 7 TKP  yang digunakan para pelaku dalam melakukan kegiatan haram tersebut yaitu di warung nasi kucing Dusun Pilang Lor Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Pangkalan Ojek Desa Mbbak Ijo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Selanjutnya, sebuah rumah yang beralamat di Desa Luang Rt 02 Rw 01 Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, rumah yang beralamat di Desa Donorejo Rt 01 Rw 01 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, lahan kosong Depan Pasar Wonosari Desa Wonosari Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, rumah di Jalan Rambutan Rt 04 RW 07 Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.

Dan yang terakhir lokasi perjudian yang digerebeg di rumah di Jalan A.Yani Rt 01 RW 08 Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.

Baca Juga :  PPKM Berskala Mikro, Tim Polda Jateng Gencarkan Razia Tempat Hiburan Malam dan Rekreasi Keluarga

Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Wihastono Yoga Pranoto dalam konferensi pers di depan loby Ditreskrimum, Kamis (18/2) mengungkapkan, bahwa modus operandi yang digunakan para pelaku dengan menggunakan lahan kosong dimana mereka harus membayar tiket sebesar Rp.25.000, per orang untuk masuk ke lokasi.

“Para pelaku menggunakan Tebak angka dengan memilih angka keluar dari mata dadu yang mereka kopyok dalam tempurung, dan masang salah satu jago yang menang dalam aduan,” terangnya.

Dalam menjalankan aksinya, lanjut Wihastono, para pengecer tersebut menampung pasangan judi yang telah ditebak oleh para pemasang.

Sedangkan sistem dalam menerima pasangan ada 2 cara yaitu, melalui SMS dan secara langsung menerima buku kupon uang pasangan judi dari para pemasang.

Baca Juga :  Ganjar Tawarkan Latihan Dasar CPNS Magang Bersama

“Setelah tertampung angka pasangan atau taruhan judi, berikut uang taruhan tersebut disetorkan kepada pengepul,” ungkap Kombes Pol Wihastono.

Selain itu, kata Wihastono, petugas juga mengamankan para pelaku serta barang bukti yaitu Uang tunai senilai Rp 8.017.000, serta 7 ekor ayam aduan, 5 buah Hp berbagai merek dan semua peralatan yang digunakan pelaku untuk permainan judi.

“Kita akan tindak tegas kepada semua pelaku perjudian yang ada di wilayah Jawa Tengah, serta tempat tempat kerumunan yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” terang dia.

“Sedangkan untuk Para pelaku diancam dengan Pasal 303 KUHP juncto pasal 303 bis KUHP  tentang Tindak Pidana perjudian dengan  pidana paling lama sepuluh tahun,” imbuh Kombes Pol Wihastono.Kahlil