GROBOGAN.NEWS Grobogan

Pemuda Asal Kapung Ditemukan Tewas Di Kubangan Bekas Galian C Di Desa Mrisi Tanggungharjo

Petugas kepolisian Polsek Tanggungharjo disaksikan warga sekitar saat melakukan olah TKP dan  evakuasi jenazah di lokasi penemuan jasad pemuda yang ditemukan tewas akibat tenggelam di bekas galian C Desa Mrisi, Tanggungharjo, kemarin. ist

TANGGUNGHARJO, GROBOGAN.NEWS-Sesosok jasad pemuda ditemukan mengapung di kubangan air bekas galian C di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan.

Korban teridentifikasi pemuda asal Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo yang sejak lama mengalami keterbelakangan mental.

Penemuan jenazah berawal saat warga melintas di sektar lokasi kubangan galian C merasa curiga adanya hal yang aneh.

Data yang berhasil dihimpun kantor berita GROBOGAN.NEWS, menyebutkan, penemuan jasad korban berawal saat dua warga Desa Mrisi, Sumini dan Ahmad Khanip tengah melintasi lokasi galian C.

Peristiwa penemuan jenazah ini  pada Rabu (20/1) kemarin sekira pukul 13.00 WIB.

Saat itu, keduanya mengalami kejanggalan saar melihat adanya jenazah yang mengambang di area kubangan tersebut.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Tahap II Berjalan Lancar

Saat keduanya mendekati dan melakukan pemeriksaan ternyata kecurigaannya benar. Dengan disaksikan oleh Sumini, sesosok tubuh pemuda tersebut diangkat oleh Ahmad Khanip.

Selanjutnya keduanya melakukan pemeriksaan. Setelah memastikan jika sudah dalam kondisi meninggal dunia, keduanya lantas melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya.

Mengetahui hal itu, Ahmad melaporkannya ke perangkat Desa Mrisi.

Laporan tersebut dilanjutkan ke Polsek Tanggungharjo. Kapolsek Tanggungharjo, AKP Bambang Tri Atmaja kepada para awak media mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, dia beserta jajarannya bersama tim medis yakni bidan desa setempat dan staff perusahaan semen tersebut langsung ke TKP.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Tahap II Berjalan Lancar

Dari hasil pemeriksaan medis dari tubuh bagian luar jenazah, tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh koban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis bersama tim medisan korban meninggal murni tenggelam. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban,” jelas dia.

“Setelah itu kami menghubungi pihak keluarga korban. Dari keterangan keluarga, korban selama ini memiliki keterbelakangan mental,” tambah AKP Bambang.

AKP Bambang menambahkan, Ppihak keluarga korban menerima peristiwa yang dialami anggota keluarganya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan medis jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman,” jelas dia.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Tahap II Berjalan Lancar

AKP Bambang menambahkan, di sekitar lokasi, papan tanda bahaya di area bekas galian C tersebut terpasang.

Namun, meski telah ada tanda bahaya, korban tetap nekat masuk ke kubangan tersebut dan ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

“Adanya kejadian ini, kami menghimbau kepada warga Tanggungharjo agar tidak bermain-main di wilayah bekas galian C,” terang dia.

“Selain itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anak atau kerabat yang tinggal di sekitar sungai atau kubangan ditambah memiliki keterbelakangan mental agar dapat diawasi sehari-hari,” tandasnya. Arya