SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang menggulirkan kebijakan tegas melakukan terhadap kegiatan kampanye virtual yang tak sesuai ketentuan. Sebanyak 36 kampanye online yang digelar pada Jumat, 4 Desember 2020, dibubarkan karena tak ada Surat Pemberitahuan Kampanye (SPK).

Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data Informasi Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menjelaskan berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu bersama Panwaslu Kecamatan se-Kota Semarang kampanye virtual tanpa SPK tersebut tersebar di 11 Kecamatan.

“Dari hasil pengawasan ditemukan adanya 36 lokasi kegiatan nonton bareng kampanye virtual tanpa adanya SPK di 11 Kecamatan,” tutur dia, Minggu, (6/12) kemarin.

Pelanggaran kampanye tanpa SPK ini masing-masing ada di Kecamatan Banyumanik sebanyak satu lokasi, Gajahmungkur 12 lokasi, Gayamsari tiga lokasi, Semarang Tengah lima lokasi, Semarang Timur lima lokasi.

Kami sudah sampaikan imbauan secara lisan maupun tertulis kepada tim pemenangan paslon agar tetap mematuhi prosedur sebagaimana diatur dalam PKPU.

Kemudian di wilayah Kecamatan Mijen ada dua lokasi, Genuk satu lokasi, Pedurungan satu lokasi, Semarang Barat satu lokasi, Semarang Utara tiga lokasi dan di Kecamatan Ngaliyan ada dua lokasi.

Halaman:
‹‹   1   2   3   Baca Selanjutnya ›   ››   All