Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Jalur Pendakian Ditutup Sementara. Tercatat Terjadi 3 Kali Letusan dan 13 Kali Guguran Lava Pijar

Penampakan lava pijar yang keluar dari kawah Gunung Semeru. Foto: Instagram/@bbtnbromotenggersemeru
  • Bagikan

LUMAJANG, GROBOGAN.NEWS – Aktivitas Gunung Semeru dilaporkan menunjukkan peningkatan dengan terjadi tiga kali letusan hingga 13 kali guguran material dan lava pijar. Atas hal itu, jalur pendakian ke puncak gunung setinggi 3.676 mdpl itu ditutup sementara sejak Senin (30/11/2020) hari ini.

Penutupan jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut berdasarkan pengumuman Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bernomor PG.10/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/11/2020 yang ditandatangani oleh Plt Kepala Balai Besar Agus Budi Santoso pada Minggu (29/11/2020).

Baca Juga :  2 Pelajar Ini Dipecat dari Sekolah dan Diamankan Polisi Usai Video Mesumnya Viral

“Penutupan tersebut memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanologi Gunung Semeru berdasarkan laporan yang disampaikan Pos Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang per tanggal 28 November 2020,” kata Plt Kepala Balai Besar Agus Budi Santoso dalam pengumuman tersebut.

Baca Juga :  Momen Perpisahan Perpisahan Valentino Rossi di Sirkuit Emilia Romagna. Grazie Vale.

Pada Sabtu (28/11/2020), tercatat aktivitas letusan yang teramati sebanyak tiga kali dengan tinggi asap sekitar 100 meter dan warna asap putih tebal mengarah ke barat daya.

“Secara visual juga teramati guguran dan lava pijar sebanyak 13 kali dengan jarak luncur sekitar 500-1000 m dari ujung lidah lava ke arah besuk kobokan,” lanjut pengumuman tersebut.

Baca Juga :  Inilah 10 Atlet Bulutangkis Perempuan yang Pancarkan Aura Kecantikan nan Anggun, Ternyata Ada yang dari Jawa Tengah

Berdasarkan hal tersebut, pihak TNBTS mewaspadai gugurnya kubah lava di kawah Jonggring Saloko, serta mengutamakan kepentingan keselamatan jiwa pendaki.

  • Bagikan