GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Barak Pengungsian Dampak Erupsi Gunung Merapi Kembali Ditambah

Tempat pengungsian tambahan di SMK Maarif Kota Mungkid Desa Deyangan mulai didirikan sekat pembatas. Untuk prosedur pengungsian di masa pandemi Covid-19, maka barak dikurangi kapasitasnya sampai dengan 50 persen. Para pengungsi juga diwajibkan mematuhi disiplin protokol kesehatan. Foto : Istimewa

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS– Status Gunung Merapi yang ada diperbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.

Kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus kerja keras untuk mempersiap barak pengungsian.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi, pihaknya telah mempersiapkan tempat pengungsian tambahan, khususnya di wilayah Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan, yaitu di SMK Maarif dan SMPN 1 Kota Mungkid.

“Sudah dilakukan distribusi sekat pembatas (Triplek) untuk pembuatan bilik alternatif di SMK Maarif Kota Mungkid pada Jumat (13/11/2020) dan pada hari sebelumnya juga didistribusikan sekat pembatas di SMPN 1 Kota Mungkid,” ucap Edy.

Baca Juga :  Program Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Magelang Dimulai Bulan Februari 2021

Selain itu pihaknya juga memastikan ketersediaan air bersih mencukupi dan penataan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) dengan sekat-sekat pembatas untuk masing-masing keluarga.

Data BPBD Kabupaten Magelang menyebutkan, total jumlah pengungsi sampai dengan Jumat (13/11/2020) hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 814 jiwa di sembilan titik pengungsian.

Kepala Desa Deyangan, Risyanto menuturkan, tambahan tempat pengungsian di sekolah masih akan dilengkapi dengan sarana prasarana sehingga dapat mencukupi kebutuhan warga pengungsi.

Baca Juga :  Perpusda Temanggung Kembali Dibuka, Kedisiplinan Kepatuhan Protokol Kesehatan Ditingkatkan

Seperti yang terlihat di SMK Maarif Kota Mungkid, ruangan yang biasa dipergunakan siswa dan guru untuk beribadah sudah mulai didirikan sekat pembatas.

“Kami bersama unsur terkait masih akan keliling ke tempat pengungsian tambahan termasuk di sekolah-sekolah tersebut. Untuk memastikan sarana prasarana apa saja yang kurang.

Untuk tempat pengungsian tambahan di SMK Maarif Kota Mungkid dan SMPN 1 Kota Mungkid, saat ini baru sebatas didirikan sekat triplek pembatas saja, jadi masih banyak yang harus dilengkapi,” terang Risyanto. F Lusi