Sudah Bolehkan PTM untuk Anak Sekolah, Bupati Sragen: Anak Wajib Diantar Orangtua

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Seiring dengan kasus Covid-19 yang mulai melandai, akhirnya Pemkab Sragen memberikan kelonggaran untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM).

Hanya saja, selain wajib menjaga protokol kesehatan (Prokes), Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati wanti-wanti, selama PTM anak dilarang naik ojek online dan wajib diantar orangtua.

Saat ini tengah dilakukan pendataan sekolah-sekolah yang sudah siap menggelar simulasi PTM.

Menurut rencana, PTM akan kembali digelar mulai pekan depan di semua jenjang. Tidak ada lagi penunjukan sekolah simulasi namun kesiapan sekolah yang menjadi tolok ukur pelaksanaan PTM.

Baca Juga :  Agustina Wilujeng : Hari Gini Kok Rebutan Kepengin Nyalon Presiden

Penegasan itu disampaikan Bupati saat ditemui di sela meninjau vaksinasi di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Rabu (1/9/2021).

“Untuk PTM kita sudah siap. Ini masih mendata sekolah yang sudah siap. Nanti hari Senin kita mulai masuk, kita lihat,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (1/9/2021).

Baca Juga :  Sebanyak 45 Prajurit TNI AD Jalani Tes Urine Secara Acak untuk Ketahui Pakai Narkoba atau Tidak, Seperti ini Hasilnya

Bupati menyampaikan untuk teknis PTM, sekolah yang sudah siap diberi keleluasaan untuk menggelar PTM. Hanya saja ada beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi.

Persyaratan yang dimaksud antara lain, kesiapan sarana prasarana penunjang prokes seperti wastafel, pengecek suhu tubuh hingga cairan hand sanitizer.

Semua siswa dan guru diwajibkan tetap mengenakan masker dan jaga jarak mutlak harus dilakukan.

“Lalu kapasitas murid yang masuk per kelas maksimal 50%. Sarana prokesnya harus siap,” terangnya.

Baca Juga :  Membaik, Sragen Hanya Tambah Satu Kasus Covid-19 dalam Sehari

Bupati juga menegaskan selama PTM, murid harus diantar oleh orang tua langsung. Tidak boleh naik ojek online dan kendaraan umum.

“Anak-anak harus diantar orangtuanya. Jangan naik ojek online. Ini demi menjaga keselamatan bersama agar tetap lancar dan terhindar dari potensi penyebaran Covid-19. Insya Allah udah siap anak-anak,” tandasnya.

  • Bagikan