Mayoritas Warga Sragen Inginkan Vaksin Moderna, Padahal Efeknya Lebih Sakit Ketimbang Vaksin Lain. Ada Apa?

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
  • Bagikan

“Seperti Brebes tidak bisa menyuntikan Moderna karena ada warganya belum diedukasi atau menolak. Ya saya bilang kirimkan aja di Sragen nanti kami habiskan. Kepala dinas kesehatan kabupaten Brebes memang menyampaikan ada yang 3 hari nggak masuk. Iya memang nakes aja adem panas, dokter juga sama. Jadi kita semua mengalami KIPI (efek samping) yang lebih kuat,” terangnya.

Baca Juga :  Rudy Tegaskan Polemik Banteng-Celeng Tidak Lagi Dibesar-besarkan. Akui Lebih Dekat dengan Ganjar

Guna memenuhi keinginan warga, Bupati menyampaikan kepada Gubernur bahwa Sragen siap menampung vaksin jenis apa saja.

Baik itu Moderna, Astrazeneca, Sinovac, hingga Pfizer pun semua akan diterima dan siap disuntikkan ke warga.

Baca Juga :  Wilayah Tanon dan Plupuh,  Sragen Dihajar Hujan dan Angin Kencang. 20 Rumah Rusak dan Sejumlah Pohon Bertumbangan

“Pokoknya vaksin apa aja siap. Apa yang ada nanti, misalnya adanya vaksin Jhonson juga siap, Pfizer juga siap. Sragen sudah kami edukasi. Apa yang masih ada, Insya Allah siap,” jelasnya.

Baca Juga :  Covid-19 Makin Terkendali di Sragen. Ini Faktanya

Dengan tingginya animo warga dan ritme pasokan vaksin lancar, ia optimistis hingga akhir Desember mendatang, target 775.000 warga divaksin bisa tercapai. Wardoyo

 

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/09/di-brebes-ditolak-tolak-di-sragen-justru-jadi-idola-warga-bupati-sebut-meski-efeknya-lebih-nendang-permintaan-vaksin-moderna-cukup-tinggi/

  • Bagikan