Pemkab Sragen Diminta Tak Tebang Pilih Soal Hajatan di Masa PPKM

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
  • Bagikan

Bupati juga menyebut ada salah satu kepala desa yang juga melaporkan bahwa Pemkab jangan tebang pilih dalam menegakkan larangan hajatan.

Kades itu meminta agar pemberlakuan PPKM dan larangan hajatan harus diberlakukan sama. Kemudian ia menggerutu dan menyebut warga di desanya tidak boleh tapi di daerah lain mengapa masih dibolehkan.

Baca Juga :  Mengenaskan!  Nenek Asal Sragen Ini Tubuhnya Hancur Tersambar Kereta di Sumberlawang

“Oke saya terima masukannya silakan kirimkan ke saya lokasi mana saja yang saat ini dilaksanakan orang punya kerja. Eh dia enggak berani jawab. Jadi silakan lapor, tapi kita tidak bisa melayani kalau memberikan informasi tanpa kejelasan. Tapi kalau jelas saya pasti akan memberikan menghubungi Satgas untuk langsung,” tandas Bupati.

Baca Juga :  Pelajar SMP di Sragen Ini Meninggal Tertimpa Pohon Kersen

Bupati menegaskan selama PPKM berlangsung, memang ada pelonggaran untuk kegiatan masyarakat yang memicu kerumunan seperti hajatan.

Ia mengkalim sudah sepakat dengan Kapolres dan Dandim untuk di Sragen tetap dilakukan pembatasan dan pengetatan kegiatan masyarakat utamanya hajatan.

“Pemadaman tetap, pembatasan jalan tetap, usaha tetap jam 20.00 WIB, jalan tetap kita tutup. Setiap malam operasi di kecamatan juga tetap berjalan aja. Boleh menikah tapi hanya ijab kabul saja maksimal hanya 10 orang. Tapi kalau hajatan nggak boleh,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Sering Selingkuh, Oknum Perangkat Desa Tanon Sragen Ini Didemo Warga

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/08/ada-kades-protes-pemkab-tebang-pilih-soal-hajatan-saat-ditantang-bupati-tak-bisa-tunjukkan-akad-nikah-warga-juwok-juga-diadukan/

  • Bagikan