GROBOGAN.NEWS Solo

Nenek Hilang Semalam Bikin Heboh Warga Kebonromo Sragen, Lebih Heboh Lagi Ketika Esoknya Sudah Tewas Terapung di Sungai

Ilustrasi mayat / pixabay

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Setelah semalaman hilang pada Senin (14/12/2020) malam, akhirnya seorang nenek bernama Mbah Kromo Daliyem (85), warga Kebonromo, Desa Kebonromo, Ngrampal ditemukan tewas terapung di Sungai Ngrampal pada Selasa (15/12/2020) pagi.

Peristiwa tewasnya nenek warga RT 29 tersebut sontak membuat warga Kebonromo heboh.

Data yang dihimpun di lapangan, korban sempat dilaporkan hilang dari rumah sejak kemarin sore. Sempat dilakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :  Air Merah Darah di Pekarangan Warga Tawangsari Sukoharjo Bikin Heboh Warga

Sebelum kemudian, sebuah jejak kaki menuju ke sungai menjadi petunjuk yang akhirnya membawa korban bisa ditemukan.

“Kemarin sore keluarga melaporkan bahwa korban sudah tidak ada di rumah. Tidak ada yang mengira kalau di sungai, tahunya baru tadi pagi ada jejak kaki di dekat sungai. Kemudian dilakukan pencarian dan akhirnya jenazahnya bisa ditemukan siang ini tadi,” papar Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas Iptu Suwarso.

Baca Juga :  Buruh Tleser Padi di Sragen Tewas Tersambar Petir, Keluarga Besar SMK Pelita Bangsa Sumberlawang Berduka

Dijelaskan, dari hasil identifikasi dan olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Diduga kuat, korban meninggal akibat tergelincir dan kemudian jatuh ke sungai.

Terpisah, Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno menambahkan sesaat usai menerima laporan, tim langsung diterjunkan melakukan assesment dan backup medis.

Baca Juga :  Nenek 61 Tahun Warga Sragen  Ini Tewas Nggantung di Blandar Kandang Ayam

Korban ditemukan di sungai berjarak 1,5 kilometer dari lokasi kejadian sekitar pukul 14.50 WIB. Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka menggunakan Ambulans LPBNU Sragen dan Puskesmas Ngrampal yang berada di lokasi melakukan visum dengan APD level 2 sesuai protokol kesehatan.

Karena tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan, jenazah korban kemudian diserahkan keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2020/12/451169/