GROBOGAN.NEWS Semarang

Gubernur Ganjar Tekankan Pentingnya Forum Ulama

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selalu mencari solusi terbaik dalam penanganan COVID-19, tak terkecuali di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus mengusulkan ulama dan kiai pengasuh ponpes di Jawa Tengah membuat forum-forum kecil terbatas.

Usulan tersebut disampaikan keduanya saat menjadi narasumber dalam acara Sarasehan Hari Santri dengan materi “Penanganan Covid-19 di Pondok Pesantren” yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag secara daring, belum lama ini.

Baca Juga :  PPKM Berskala Mikro, Tim Polda Jateng Gencarkan Razia Tempat Hiburan Malam dan Rekreasi Keluarga

Menurut Gus Mus, dibutuhkan kesadaran bersama untuk saling menjaga agar persoalan COVID-19 di lingkungan pesantren tidak semakin meluas misalnya, mengenai kesadaran memakai masker, selain melindungi diri sendiri juga melindungi orang lain.

“Saya sendiri sudah ke mana-mana dan bicara soal ini. Misal, mereka yang belum mudeng soal pandemi ini, sekarang diajak bareng-bareng. Di sanalah kita adakan pertemuan dengan para Kiai. Mereka kita ajak bicara, baiknya bagaimana,” kata Gus Mus.

Baca Juga :  Dalam Tiga Pekan, Angka Penuluran Covid-19 di Jateng Turun

Disamping itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo siap untuk berkeliling keenam eks karesidenan atau titik-titik tertentu sebagai ikhtiar untuk berkomunikasi.

“Apa yang disampaikan Gus Mus tadi mesti kita tindak lanjuti, musyawarah, kita berjalan. Nanti kita keliling kemudian mencatat dan memetakan. Sehingga potensi rawan dapat diketahui dan bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Baca Juga :  Kisah Tragis Gadis Berusia 16 Tahun Asal Grobogan, Dicekoki Miras Lalu Digilir Empat Pemuda

Ganjar menyampaikan pihaknya siap membantu ponpes, baik secara teknis maupun material dengan menyiapkan jaring pengaman khusus.

“Kalaulah ada ponpes yang mesti kita back up untuk melakukan tindakan mengganti dari yang sifatnya tatap muka menjadi daring. Kalau ada yang harus dibantu secara material, saya sampaikan ke pemerintah pusat bahwa daerah harus menyiapkan,” ungkapnya. Kahlil Tama