GROBOGAN.NEWS Semarang

Peternak Unggas Petelur Dapat Sertifikat NKV

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menerima sertifikat dari Museum Rekor Indonesia (MURI) terkait Kesadaran Antimikroba Sedunia dan mendorong seluruh peternak unggas mendapatkannya sertifikat NKV secara massif , di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Selasa (24/11/2020) kemarin. Foto : Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Sebanyak 20 pengusaha di bidang budidaya unggas petelur di Jateng mendapatkan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dari Otoritas Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.

Sertifikat itu diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen kepada pengusaha, pada Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia, di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Selasa (24/11/2020) kemarin.

Beberapa perusahaan yang mendapatkan sertifikat NKV di antaranya, Sarinah Layer Farm, PT Benz Cahaya Suprana, PT Usaha Makmur Bersama Jaya, Hajar Satwa Sentosa dan Elano Farm.

Baca Juga :  Ketua DPRD Jateng : Jika Dianalisa PPKM Diperpanjang Berarti Lebih Efektif, Dinkominfo dan DPRD Jateng Gelar Tinjau Kendal

Wagub mengatakan, diperolehnya sertifikat NKV, menandai bahwa bahwa suatu unit usaha produk hewan telah menerapkan cara produksi yang baik secara terus-menerus. Cara produksi tersebut utamanya dari aspek hygiene dan sanitasi.

“Pemprov Jateng sangat mendukung dan mendorong terbitnya sertifikat NKV. Alhamdulillah, lewat Dinas Peternakan kita, pada 2020 kita mengeluarkan 20 sertifikat NKV,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengembangan Pariwisata Halal di Jateng Jadi Prioritas

Taj Yasin juga menjelaskan, sertifikat NKV penting karena telur merupakan salah satu produk hewan yang memiliki kandungan protein tinggi. Kandungan protein tinggi berpotensi menimbulkan bahaya karena disukai oleh mikroorganisme. Maka, perlu penanganan hygiene sanitasi yang memadai, agar tidak terjadi penyimpangan fisik, kimia maupun biologi.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertanian, FAO dan seluruh masyarakat yang mendukung ini. Harapan kami dengan adanya sertifikasi ini, mereka bisa memasarkan produk-produknya dengan baik dan mengekspor produknya. Juga yang tidak kalah penting terjaminnya masyarakat atas makanan hewani khususnya telur. Sehat itu penting,” tandasnya.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Ajukan Anggaran Rp3,19 triliun untuk Tanggulangi Banjir dan Rob di Pesisir Jawa Tengah

Pemberian 20 sertifikat NKV ini mendapat apresiasi Rekor MURI, karena Pemprov Jateng dianggap massif dalam mendorong pengusaha ternak mendapatkannya.

Senior Manajer Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) Sri Widayati menuturkan, pencapaian itu menggeser Provinsi Lampung yang pada 2019 memberikan 14 sertifikat NKV. Arya Tama.